Sepp Blatter Presiden FIFA yang tengah di nonaktifkan, membeberkan rahasia Piala Dunia 2018. Dirinya mengatakan bahwa ada perjanjian untuk menjadikan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 sebelum proses pemilihan pemungutan suara dilakukan. Sepp Blatter membeberkan hal tersebut kepada wartawan Piala Dunia.

“Pada 2010, kami berdiskusi tentang Piala Dunia dan kemudian memunculkan dua keputusan. Perihal Piala Dunia, kami sepakat turnamen tersebut akan menjadi milik Rusia karena memang belum pernah diselenggarakan di Rusia atau pun Eropa Timur,” ujar Blatter

“Kemudian, untuk tahun 2022, kami putuskan di Amerika Serikat. Maka, kita akan memiliki dua edisi Piala Dunia dalam dua kekuatan politik terbesar dunia,” ucapnya

Rencana tersebut berubah setelah adanya campur tangan Presiden UEFA Michel Platini dimana Platini saat ini pun tengah dalam penyelidikan. Blatter menilai Platini mendukung Qatar untuk menjadi Piala Dunia 2022.

Sepp Blatter menunjukan ada nya pembelotan

Sepp Blatter membuka rahasia pembelotan dimana telah dilakukan oleh 4 anggota Komite Eksekutif dari Eropa. Awalnya mereka sepakat memilih AS namun akhirnya menyerahkan suaranya pada Qatar.

Untuk diketahui, saat itu, dari 24 anggota Komite Eksekutif, proses pemilihan hanya diikuti 22 anggota menyusul sanksi yang diterima Reynald Temarii dan Amos Adamu. Proses pemilihan digelar dalam empat putaran. Di putaran terakhir, Qatar unggul dari AS dengan perbandingan 14 berbanding 8 suara.

“Proses pemilihan dilakukan dengan secara rahasia. 4 suara dari Eropa batal memilih AS. Jadi, hasilnya 14 suara (bagi Qatar) berbanding 8 suara (untuk AS). Jika 4 suara tersebut konsisten (seperti kesepakatan semula), maka justru AS yang akan menang dengan komposisi 12 suara berbanding 10 suara. Nah, jika AS jadi tuan rumah PD 2022 dan sebelumnya Rusia jadi PD 2018, saya yakin tidak akan ada masalah dalam tubuh FIFA,” pungkas Blatter.