Messi akhirnya memutuskan untuk kembali ke timnas Argentina dan membatalkan keputusannya untuk gantung sepatu lebih cepat. La Pulga juga akan memimpin Albiceleste menjuju Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan di Rusia.

Setidaknya itulah yang dijanjikan oleh Presiden Argentina, Maurico Macri. Namun hingga saat ini, pemain mega bintang Barcelona tersebut masih belum membuat keputusan apa pun terkait karirnya di dunia internasional.

Usai gagal membawa Tim Nasional Argentina menjuarai Copa America Centenario 2016 setelah gagal dalam drama adu penalti, Messi memutuskan gantung sepatu dari level internasional. Pemain bertubuh mungil ini tampak sangat terpukul sehingga ia langsung menyataka pensiun dari timnas.

Namun sekarang tampaknya Argentina menggantungkan harpaan pada pelatih baru timnas Argentina, Edgardo Bauza. Salah satu tugas utama peatih ini adalah membawa kembali Lionel Messi ke dalam timnas untuk Piala Dunia 2018  dan juga membatalkan keputusan sang pemain untuk pensiun. Tak hanyaLeo, Edgardo Bauza juga berjanji akan membawa kembali Carlos Tevez ke skuad Albiceleste.

Messi Menurut Macri Hanya Butuh Waktu Istirahat

Messi diyakini oleh Mauricio Macri akan mencabut pernyataan pensiunnya tersebut. Sosok Macri dulunya pernah menjadi presiden klub Boca Juniors di era kejayaan klub tersebut meyakini bahwa si pemain hanya butuh waktu untuk istirahat sejenak. Saat sudah tenang, maka tak ada alasan bagi pemain Barcelona itu untuk menolak masuk dalam timnas.

Marci juga mengatakan bahwa ia yakin bahwa Messi akan memimpin tim nasional Argentina ke Rusia dan kembali dalam deretan pemain terbaik.

Terkait kegagalan mereka selama beberapa tahun terakhir, Macri menyatakan bahwa timnas Argentina hanya sedang sial saja. Soalnya dalam baik dalam Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan Copa America 2016, timnas Argentina tidak terkalahkan dalam 90 menit. Satu- satunya kekalahan yang tak terjadi pada babak adu penalti adalah saat mereka dikalahkan oleh Jerman di Piala Dunia 2014 dengan skor 0-1.

Messi menurut Marci sudah mlakukan segal yang harus ia perbuat. Akan tetapi nasib berkata lain dan memang belum waktunya bagi mereka.