Antonio Conte tengah menunggu kepastian mengenai masa depannya sebagai pelatih tim nasional Italia. Pasalnya, kepastian mengenai kelanjutan kontraknya akan ditentukan sebelum Piala Eropa 2016 bergulir.

Kontak awal Antonio Conte sebagai pelatih Gli Azurri sedianya akan berakhir seusai keikutsertaan tim ini di Piala Eropa 2016 yang akan diselenggarakan di Perancis. Targetnya dalam turnamen kali ini adalah membawa tim nasional Italia berprestasi sebaik mungkin.

Akan tetapi hingga saat ini  nasibnya masih belum diketahui. Ia bisa saja melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih tim nasional Italia atau kembali menangani klub seperti yang biasa ia lakukan.

Dari informasi yang beredar, sejumlah klub tertarik untuk menggunakan jasa mantan pelatih Juventus tersebut. Akan tetapi untuk mencegah kepergiannya secara mendadak, Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC juga sudah melakukan langkah antisipasi.

Saat dimintai keterangan oleh Sky Sports Italia, Minggu 27 Desember 2015 lalu, Direkrut FIGC, Michele Uva menyebut bahwa ia menyadari mereka berada di pasara yang kompetitif. Sementara itu FIGC juga sudah tau bahwa pelatih hebat seperti Antonio Conte diminati oleh banyak klub. Namun mereka mengaku punya rencana terkait hal ini.

Antonio Conte Mungkin Diangkat Jadi Direktur Teknik

Michele Uva menjelaskann bahwa mereka memang tidak menentukan tenggat akhir. Akan tetapi, saat musim semi atau sebelum Piala Eropa 2016, segala sesuatunya harus sudah jelas dan beres

Di Italia ada sebuah pepatah yang berbunyi, “Apabila seorang Sri Paus meninggal, maka Anda harus memilih penggantinya.” Michele Uva pun mencoba mengubah pepatah itu dalam bahasanya sendiri.

Ia berkata bahwa mereka berencana untuk menggnuakan jasa Antonio Conte di seluruh level tim nasional dan bukan hanya tim senior. Karena itulah, Federasi Sepak Bola Italia akan berupaya segalanya untuk mempertahankan “Sri Paus” yang ada saat ini.

Walau tidak menjelaskan secara gamblang, pernyataan terakhir Michel Uva bisa bermakna bahwa saat ini Antonio Conte tengah dipersiapkan untuk menjadi direktudr teknik tim nasional Italia. Bila memang demikian, mana Conte bisa saja menjabatnya sambil menjadi pelatih di level klub.